Pages

Thursday, February 1, 2007

Cinta ...

karena cinta adalah sebuah janji
yang tertulis di urutan konstelasi malam
di mana hanya tandaku tertoreh
bersisian dengan tandamu
janji yang disaksikan hati

karena cinta itu tidak bermakna
kecuali kamu ada dan memelukku erat
dan seketika dunia hanyalah ruang kosong
maka biarlah malam ini kamu di sini
biar aku tidur sambil memelukmu
dan bangun dengan menatap wajahmu
aku tak akan bosan

karena cinta adalah sebuah janji
bahwa hari esokmu adalah milikku
dan seumur hidupku adalah jaminannya
maka biarkan aku menjanjikan seluruh hatiku
dan membiarkan kamu menjaganya dalam kerapuhan

biarlah cinta ini menjadi janji yang terulang
setiap hari
masa kita saling membuang wajah
biarkan janji itu menjadi kerinduan
dan ketika kita saling berdiam
maka janji itu akan bicara untuk kita
Takut ...

aku takut mencintai kamu...
takut tuk jatuh cinta
dan buka kembali hati ini
hati yang telah beku dan ku biarkan mati

siapa kamu?
semena-mena saja masuk ke relung hatiku!
ku pikir kamu hanya pengagum di batas pagar hatiku,
jadi ku abaikan keberadaanmu.

tapi kenyataannya kamu tak pergi-pergi
aku jadi mulai terbiasa (kesal aku!)

kini hatiku juga mulai tertarik kebaikanmu
aku bingung dan takut...
takut tuk buka hatiku kembali
(padahal sudah ku tutup pintuku rapat2!)
takut tuk membiarkan kamu masuk lebih jauh
takut tuk keluar dari persembunyianku yang sepi,
namun nyaman

coba tolong katakan dengan jujur...
apakah kamu yang terlihat adalah benar kamu?
ataukah itu hanya topeng kebaikan saja?
bisakah ku percayakan hatiku padamu?
sedang banyak berita miring seputarmu

tapi mengapa apa yang ku lihat tak seperti yang mereka katakan?
tolong perlihatkan wajahmu,
jangan sodori aku lakonmu
biar aku memutuskan apa yang harus aku lakukan
mungkin saja aku kan melompat ke pelukkanmu
atau lari menghindar saja

tak ada pilihan yang lebih mudah untukku,
jadi kuharap kau membantuku.
atau setidaknya mengerti aku.
Jika sesaat anginya mendera
mendekap gemuruh berselimut rindu
mendera ombak dengan keheningan
bermesraan dengan lembayung senja
hati ini gundah, berkata seribu bahasa
mencoba jelaskan arti kesunyian

Anginpun enggan berkata
hanya bertiup dari timur ke barat
dari pagi menuju senja
selaksa kesatria tampa senjata
juga bala tentara

ingin menangis untuk cinta,
ingin berlabuh ke ketepian
ditengah gemuruh ombak
dan lambaian topan dan badai
sampai menetes air mata
untuk kuat kan nahkoda ...
Pesan dari Bulan untuk Matahari

tentangku dan tentang kamu...
tentang waktu yang berlalu terlalu cepat
tentang putaran semesta yang tidak mau berhenti
tentang kita dalam rangkaian nasib...

tentang selaput bumi yang menutupi...
tak ada dirimu maka cahayaku pun mati
sinar meredup menunggu detik berlalu,
tak tahu berbuat apa
menyalahkan sinarmu yang tak muncul

apa jadinya aku tanpa kamu?
bongkah batu besar,
yang ternyata hanya secuplik di tata surya
hanya karena kamu bersinar maka aku bercahaya

kamu matahariku ...
Akan kuukir namamu
di langit tak terbatas
dengan darah yang tak mengering
akan kunyanyikan bait cinta
dengan senandung tanpa aksara
akan kutinggalkan raga
bersama sang waktu
untuk pergi,
lari,
terbang,
bersamamu ...
Untukmu Cintaku

aku tak akan lagi memaksa
takkan menarikmu dari bahagia yang kau punya kini
aku ingin kau juga bahagia
tak ada lagi derita dan air mata

aku mengerti kini !
aku telah menerima segalanya
dan takkan lagi bertanya
aku ingin kau bahagia di sana
penuh gelak tawa dan tersenyum ceria

sudah cukup segala bebanmu
aku tak ingin melihatmu terluka
dan berdarah
aku tahu kamu sudah di ujung lelahmu
aku mengerti ...

biar kulanjutkan jalanmu yang tertunda
biar kuangkat segala bebanmu
dan pergilah cinta ...
terbanglah dengan bebas
aku melepasmu ...
aku mendoakanmu ...

kusadari ini bukanlah waktu kita
kita terlalu memaksa
dan akhirnya terluka bersama
terima kasih cinta ...
kau begitu bijaksana !

waktuku bukanlah saat ini
waktuku saat ku kembali nanti
saat mentari tak lagi memberi perih
saat malam menyejukkan hati
aku akan kembali dengan kuda putihku
hanya tuk dirimu putri pemilik hatiku

walau kau berkata kau tak akan kembali selamanya
walau kau berkata tak ada lagi asa
walau tak kau beri aku cahayagelap ...
dingin ... aku tetap akan kembali
mimpiku penuntunku ...
akan ku buat jalanku sendiri
akan ku buat cahayaku sendiri
akan ku jemput dirimu

aku takkan menyerah !!!!!

aku ingin kau bahagia saat itu
lewat bahagia yang ku beri
bukan bahagia yang kau cari
aku ingin kau tertawa saat itu
dengan lengkung senyum yang sempurna
bukan lewat sedih yang ku bagi

aku mencintaimu ...
walau banyak para wanita di sana
engkaulah yang kupunya
engkaulah wanitaku yang sempurna
tiada cacat dan cela
aku ingin terus mencintaimu ...

aku ingin setiakan hatiku ...
aku ingin cinta terakhirku berlabuh di sini ...