Pages

Monday, October 11, 2004

PERI KECILKU...

Rambut panjang hitamnya tergerai,
tersapu angin yang mengagumi kecantikannya.
Lalu senja pun berdendang,mengalunkan rayu dan pujian biru
Bahkan malam hitam pun tak mampu menelan binar matanya.
Bibir tipis itu tersenyum.
membuat segala bunga diatas bumi mekar
harumnya semerbak memenuhi alam
Dan sapaan lembutnya,
meluruhkan segenap embun untuk jatuh ke bumi.
menyiangi kehidupan untuk tumbuh dan berkembang.

Dan..
Dia mengangkasa bersama mega
Langit pun terbentang,merangkulnya dalam dekapan hangat
"Selamat datang, peri kecilku! Aku telah menunggu begitu lama"
Tidak akan melepaskannya lagi
untuk jatuh ke kerak bumi.

Dia, jelita.
Tidak akan kubiarkan setitik duri mawar pun menyakitinya.
APA ITU CINTA ?

Aku bertanya kepada alam
Apa itu cinta …?

Dan
Mentari menjawab
Cinta adalah ketulusan memberi tanpa berharap untuk menerima
Memberi kehangatan kepada mereka yang diterjang beku
Memberi terang kepada mereka yang terjebak gelap
Cinta adalah memilah bulir kejernihan
Dan mengirimnya ke ladang yang tandus
Dan turun menemui dedaunan pagi sebagai bulir sejuk embun

Dan
Pohon menjawab
Cinta adalah jemari kasih yang menghunjam kokoh ke dalam sanubari kehidupan
Cinta adalah keteguhan hati diterpa angin semakin kau menumbuhkannya
Cinta adalah rindang tempat kau berlindung dari terik perjalanan
Cinta adalah kelapangan jiwa ketika kau mampu memberibuah kebaikan walau kau dilontar oleh batu keburukan
Dan
Angin menjawab
Cinta adalah kekuatan
Yang dapat menghantarkan biduk citamu menuju pantai harapan

Dan
Tanah menjawab
Cinta adalah keikhlasan
Ketika saripati kasihmu membuahkan beragam makanan
Tatkala kau diinjak dan diludahi

Dan
Samudera menjawab
Cinta adalah sebuah misteri
Kau hanya akan mendapatkan keindahannya
Jika kau benar-benar menyelami ke dasarnya

Dan
Lilin menjawab
Cinta adalah pengorbanan
Ketika kau mampu memberikan semua yang terbaik demi secercah cahaya terang
Menuntun mereka untuk mendapatkan titian hidup yang benar

Dan
Bunga menjawab
Cinta adalah ketelatenan dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan menjaga
Selalu menyiraminya dengan titik-titik air dan cahaya matahari

Dan
Ketika semua sisi alam seolah berlomba untuk mengungkapkan jawabannya
Aku bertanya pada diriku sendiri :
Sudahkah aku mencintai ?

TENTANG CINTA

apa yang sanggup aku berikan
kepada sepasang tangan yang memberikan kehangatan
kepada sebelah jiwa yang menuntun tanganku menulis

akankah hatiku akan menjadi pedati
yang menanggung berat beban kusir dan barang
dan rodaku tanpa dapat menggilas kerikil-kerikil kecil jalan

mungkinkah keinginanku mengalir
bagai sungai ganggayang mengisi kendi-kendi para nestapa ?

dan aku adalah sebuah angklung
yang digoyang-goyang bersuara melengkung
hingga hati dan jiwaku terguncang-guncang
oleh ayunan tangan keriput hitam legam

masih saja aku berkubang dalam kesunyian
mengais-ngais makna berjubah debu-debu pinggiran
apa yang telah aku panggul dalam karung bertambal-tambal
yang aku dapatkan dari keheningan

Andai hari ini ujung satu garis ditanganku
dimanakah telah kusimpan makna
dan jalan manakah yang telah ku kangkangi

bila hari ini benar-benar menjadi hariku
maka akan ku tegakkan kepalaku diatas gunung kota
dan akan ku tarikan milyaran makna dengan lidah apiku

Ketika hatiku bertutur tentang cinta padamu
awan hitam bergulung cepat menutup wajah langit
mentari tertawan kelam hitam siang
petir menggelegar menyambar-nyambar
senja prematur, siang terkapar mengejang
tak ada lembayung tuk memahat kata-kata

ketika engkau menganggukkan kepala dan menyandarkan di dadaku
langit terbelah, matahari marah, awan-awan hitam muntah
hujan dan badai mengikis satu sisi bumi tempat kita berpijak
tercipta gurun berpasir merah membakar seluruh tubuh
dimana hasrat milikimu bertahkta ?

Dan ketika pori-pori tubuh kita saling berpeluk cium
ketika bibir kita berpagut atas nama cinta
ketika irama degup jantung kita seirama
ketika mata kita menciptakan cahaya lurus
maka tercipta liang lahat tuk pengutuk cinta

dan di kejauhan dipuncak gunung asa
berkibar bendera biru bercahaya