TENTANG CINTA
apa yang sanggup aku berikan
kepada sepasang tangan yang memberikan kehangatan
kepada sebelah jiwa yang menuntun tanganku menulis
akankah hatiku akan menjadi pedati
yang menanggung berat beban kusir dan barang
dan rodaku tanpa dapat menggilas kerikil-kerikil kecil jalan
mungkinkah keinginanku mengalir
bagai sungai ganggayang mengisi kendi-kendi para nestapa ?
dan aku adalah sebuah angklung
yang digoyang-goyang bersuara melengkung
hingga hati dan jiwaku terguncang-guncang
oleh ayunan tangan keriput hitam legam
masih saja aku berkubang dalam kesunyian
mengais-ngais makna berjubah debu-debu pinggiran
apa yang telah aku panggul dalam karung bertambal-tambal
yang aku dapatkan dari keheningan
Andai hari ini ujung satu garis ditanganku
dimanakah telah kusimpan makna
dan jalan manakah yang telah ku kangkangi
bila hari ini benar-benar menjadi hariku
maka akan ku tegakkan kepalaku diatas gunung kota
dan akan ku tarikan milyaran makna dengan lidah apiku
Ketika hatiku bertutur tentang cinta padamu
awan hitam bergulung cepat menutup wajah langit
mentari tertawan kelam hitam siang
petir menggelegar menyambar-nyambar
senja prematur, siang terkapar mengejang
tak ada lembayung tuk memahat kata-kata
ketika engkau menganggukkan kepala dan menyandarkan di dadaku
langit terbelah, matahari marah, awan-awan hitam muntah
hujan dan badai mengikis satu sisi bumi tempat kita berpijak
tercipta gurun berpasir merah membakar seluruh tubuh
dimana hasrat milikimu bertahkta ?
Dan ketika pori-pori tubuh kita saling berpeluk cium
ketika bibir kita berpagut atas nama cinta
ketika irama degup jantung kita seirama
ketika mata kita menciptakan cahaya lurus
maka tercipta liang lahat tuk pengutuk cinta
dan di kejauhan dipuncak gunung asa
berkibar bendera biru bercahaya