Pages

Friday, August 23, 2024

Di tengah malam yang sunyi membisu,
Hati terjebak dalam benang-benang waktu.
Langit gelap tak ada bintang menari,
Aku terhanyut, tak tahu kemana diri ini.

Kalut merayap perlahan,
Mengguncang jiwa yang dulu tenang.
Pikiran berserak bagaikan debu di udara,
Entah dimana ku harus menambatkan rasa.

Suara-suara berbisik, menggema di kepala.
Menggoyahkan langkah yang dulu penuh dengan makna.
Apakah ini badai yang tak pernah usai ?
Ataukah hanya bayang-bayang yang tersisih di tepi ?

Aku mencari tenang di antara gaduh,
Namun kabut selalu menyelubungi luruh.
Dimanakah ujung dari jalan nan gelap ?
Akankah 'ku temukan jawaban di balik kabut tebal ini ?

Namun meski kalut menguasai hati,
Ada cahaya kecil yang tak berhenti menyala.
Meski redup, dia tak pernah padam,
Memberi harapan di tengah malam yang kelam.

Pertemuan

Di persimpangan waktu yang tak terduga,
Kita bertemu di bawah langit yang tak bicara,
Kata-kata tersimpan dalam tatap mata,
Seolah semesta sengaja menorehkan cerita.

Jejak langkah yang perlahan mendekat,
Menyulam harapan dari sunyi yang pekat,
Dalam diam, hatiku berbisik pelan,
"Inikah pertemuan yang aku simpan dalam angan?"

Tak perlu kata panjang terucap,
Cukup senyuman, rasa sudah terjawab,
Hadir dirimu, bagai hangat mentari,
Menyentuh hati yang lama mencari.

Setiap detik seolah tak ingin berlalu,
Dalam pertemuan kita yang begitu syahdu,
Segala keraguan perlahan sirna,
Karena hadirmu membawa cahaya.

Pertemuan terindah, aku yakin kini,
Adalah saat aku dan kamu, tanpa ragu lagi,
Menyatukan cerita dalam ruang tak terukur,
Di bawah langit malam, rasa kita terukir.


Ketika gelap datang menyelimuti,
Jangan takut, jangan bersembunyi.
Ada cahaya di balik mendung,
Yang menunggu waktu untuk menyambung.

Badai yang hadir takkan selamanya,
Hati yang rapuh bisa bersuara.
Percayalah pada jalanmu sendiri,
Semua akan indah di waktu yang pasti.

Langit mungkin berwarna kelabu,
Namun jiwa tetaplah menyala biru.
Di setiap lelah, ada jeda yang tenang,
Dalam hening, temukan kembali terang.

Friday, August 9, 2024

Hubungan Yang Dewasa #2

Mencintai bukan perihal siapa yang lebih dulu mampu memikat hati. 

Namun soal siapa yang dengan tulus tetap bertahan dan tak berniat untuk pergi.

Mencintai juga bukan tentang siapa yang paling banyak berjuang. 

Melainkan bagaimana masing-masing hati mampu mempertahankan 

hubungan di segala keadaan.

Sama halnya seperti saat ini, jatuh hati kepadamu 

adalah sesuatu yang tak pernah kusesali.

Sekalipun dalam perjalanannya penuh dengan bahagia dan juga air mata. 

tapi, perasaanku terhadapmu tak pernah berubah, 

yakinku kepadamu itu juga pasti.

Cinta bukan tentang lamanya perkenalan, tapi getaran hati yang tulus.

Lagipula cinta bukan tentang menemukan yang sempurna, 

tapi mau menerima kekurangan dengan sempurna.

Sebab, ketika cinta hadir, tidak ada yang sempurna. 

Kita semua memiliki kelemahan dan kekurangan, 

namun cinta mampu melihat di balik itu semua.

Cinta itu tentang memahami, menghargai, dan tumbuh bersama 

meski dalam ketidaksempurnaan.

Hubungan Yang Dewasa #1

Di bentuk oleh dua orang yang saling belajar dari masa lalunya 

serta saling bekerja sama membangun pola masa depan yang jauh lebih baik.

Karena saat kita memilih seorang pasangan, kita memilih cerita hidupnya juga. 

Kita memilih masa lalunya yang mencakup trauma, 

kesakitan, luka, bahkan juga penyakitnya.

Semua harus bisa kalian rangkul secara bersama. 

Keduanya perlu untuk saling melengkapi dan bertanggung jawab 

agar menuliskan masa depan yang jauh lebih baik.

Ingat ! Ini bukan tentang ketergantungan, 

tapi ini tentang bentuk kesungguhan hati.

Thursday, August 8, 2024

Aku Bukan Pujangga

Aku bukanlah seorang pujangga yang bisa bermulut manis,
Aku hanya seorang pria biasa yang menuliskan kata-kata puitis
Merangkai kata demi kata untuk menghilangkan rasa penat dan keresahan
Bukan merangkai kata untuk menjadi sebuah rayuan 
dan gombalan manis untuk memikat seseorang

Pujangga bermulut manis memang terlihat menarik, 
bisa memberikan rayuan-rayuan manis kepada siapa saja.
Didalam asa dan benak ku, aku tak ingin memberikan rayuan dan janji manis 
karena ini semua dapat menghancurkan ekspektasi orang lain.

Aku tetap tegar dengan apa pun yang aku lakukan,
karena aku adalah tegar.
Merangkai kata puitis untuk menyenangkan diriku sendiri.
Aku bukan lah seorang yang romantis 
yang bisa bermulut manis melontarkan kata-kata rayuan.

Tidak bisa bermulut manis dan romantis 
bukanlah sesuatu yang terlihat sadis.
Merangkai kalimat puitis dalam goresan pena sudah sangat cukup bagiku.
Ketegaran diriku untuk menjadi diriku yang apa adanya 
tanpa harus menjadi palsu demi disenangi oleh orang lain.

Karena aku terkadang merasa geli 
untuk menjadi seseorang yang bisa bermulut manis.
Melakukan aksi terhadap orang yang di sayang terkadang sudah lebih dari cukup.
Melontarkan kata "Aku Sayang Kamu" sudah sangat luar biasa bagiku.

Tanpa harus mengucapkan kata-kata sanjungan setiap saat 
yang membuat bulu kuduk ku berdiri.
Karena aku bukanlah seorang pujangga cinta 
yang bisa meromantisasi setiap ucapan.

Kesenanganku hanya menuliskan kalimat puitis, 
pesimis, dan tidak ada kesan romantis.
Keresahan demi keresahan aku tuangkan ke dalam kertas putih 
agar bisa memberikan rasa tenang dalam diriku 
dan menghilangkan kegelisauan dari dalam hati 
yang selalu membuatku gelisah.

Bagiku lebih baik bisa menuliskan kalimat puitis 
daripada menjadi orang yang selalu bermulut manis.
Setiap orang pasti memiliki caranya masing-masing 
untuk menunjukkan eksistensinya.
Ini adalah caraku untuk mengungkapkan segala rasa yang ku pendam.
Aku hanya seorang yang mencoba menjadi puitis, 
bukan menjadi pujangga bermulut manis.


Pengakuan

Februari yang lalu, tepat di hari ulang tahun ku, 
hatiku tertaut padamu.
Dan yang paling membingungkan lagi, 
bahkan nalar ku pun tak mampu menjelaskan
mengapa aku jatuh hati kepadamu.

Aku sempat berfikir 
bahwa dirimu adalah sebuah fenomena ketidakmungkinan semata
namun ternyata aku salah ...
Ketidakmungkinan ini terus tumbuh,
akarnya menjalar mencengkeram kehidupan ku
dan ranting nya menusuk tajam ke hati dan pikiran ku.

Ratusan malam berlalu ...

Senyum manis mu terus mengisi mimpi-mimpi ku.
Binar bening matamu selalu mampu menyeretku ke pusaran pesona mu
Senandung lagu-lagu yang kau nyanyikan selalu menggema di telinga ku.
Gemasnya tawa mu selalu mampu membuatku tersenyum.

Tetes airmata mu nyaris selalu mampu 
membuatku bergerak untuk memeluk dan membunuh lara mu.
Dan kala dirimu hadir tanpa tabir cantikmu,
jiwaku tertegun begitu dalam, dan wahai tautan hati
di momen itulah diriku terpesona dengan kecantikan mu yang sesungguh nya.

Dan tepat di hari itu separuh hatiku 
tersandera oleh pesona mu yang selalu mampu memabukkan logika ku.

Aku mulai gusar, karena merindukan mu.
Aku mulai kepo, tentang segala akan dirimu.
Aku ingin selalu menjadi sandaran mu, bantal guling mu,
Aku bahkan ingin menjadi sansak pelampiasan segala kekesalan mu.

Aku ingin selalu mendengarkan mu
tak hanya segala keluh-kesah mu
tapi juga pahit-getir, bahkan sumpah-serapah mu.

Simpanlah semua rahasia tergelapmu di sudut hatiku,
sehingga tak perlu lagi kau tanggung beban itu.
Aku ingin selalu mampu hadir dimana pun dirimu berada,
Entah jam berapa pun saat itu dirimu menginginkan nya.
Karena aku mengerti sepenuhnya apa arti kesendirian.

Psikologi Cinta

Jika kamu cinta karena dia mencintaimu, 
itu bukan cinta tapi empati.
Jika kamu cinta karena harta atau pun uang,
itu bukan cinta tapi tertarik.
Jika kamu cinta karena penampilan nya, 
itu bukan cinta tapi obsesi.
Jika kamu cinta karena kebaikan nya,
itu bukan cinta tapi kekaguman.
Jika kamu cinta karena pandangan pertama,
itu bukan cinta tapi gairah.
Namun jika kamu cinta tapi kamu bingung kenapa bisa mencintainya,
maka sudah di pastikan kamu benar-benar cinta.

Dan satu hal yang bisa disimpulkan :
Loving someone is easy and fun if the person IS the right person.


Thursday, June 20, 2024

Aku rindu tapi aku tidak mencari mu

Aku ingin bicara tapi aku tidak menghubungi mu

Semua itu karena aku tidak ingin mengganggu mu, 

bukan karena aku tidak mau berjuang atas perasaan ku.

Hanya saja, aku menahan diri, sadar diri, dan tahu diri.

Aku punya rindu untuk sebuah nama, 

Nama itu aku sematkan di lubuk hati yang paling dalam.

Nama itu tak dapat dihapus oleh siapa pun, 

Kecuali dia sendiri yang menghapus nya.

Begitu pun dengan rasa cinta ku, tidak akan pernah hilang, 

kecuali dia yang menyuruh ku pergi dari hati & hidup nya.

Do'a Untuk Ketidakmungkinan

Meskipun kita tak berakhir bersama 

Aku mendoakan mu ...

Agar siapapun yang sedang ataupun akan kau cintai, 

Akan memperlakukan mu lebih baik daripada caraku.

Akan mampu mencintai mu lebih tulus daripada aku.

Akan lebih sabar mendengarkan segala keluh kesah mu daripada aku.

Dan semoga kau akan sama berarti nya seperti kau begitu berarti bagiku.

Beberapa orang memang lebih beruntung daripada orang lain, 

mungkin aku berada di bagian mereka yang kurang beruntung, 

karena aku tidak bisa bersama orang yang aku cintai.

Tapi tidak apa-apa, tidak masalah.

Wajah cinta memang berupa-rupa

Dan dari mengalah, aku berbesar hati untuk menerima 

bahwa aku belum cukup untuk mu.

Terima kasih telah hadir dalam hidupku.

Bahagia ku

Pasangan hatiku, tahukah kamu ...

Bila engkau menjadi badai yang penuh dengan gemuruh,

maka aku akan menjadi satu-satunya orang yang tidak akan berteduh


Dan bilamana engkau menjadi samudra luas nan dingin,

maka aku akan menjadi satu-satunya orang yang melubangi perahu ku,

karena tenggelam adalah satu-satunya cara untuk tetap bersama mu.


Jangan tanya kenapa, aku hanya mengejar bahagia ku

Dan bahagia ku hanya ada padamu.