Pages

Wednesday, June 30, 1999

TELAGA REMBULAN

Telaga itu memantulkan wajahku
Dengan sampan yang kau siapkan untukku
Dan dayung untuk kemudinya.
Lalu kau bawa aku bersampan
Menyusuri indahnya keheningan malam
Keheningan jiwamu.

Dalam keheningan yang membelai-buaikan
kuraih lembut tanganmu yang membisu menunggu
kita ayunkan dayung bersama
kecipak lembut air telaga merenyahkan canda tawa kita

'ingin kemana lagi kau ingin ku bawa ?'
jawablah dengan senyum berartimu seperti rembulan penuh
kita tepikan dan tambatkan sampan
duduk menikmati keheningan jiwa kita yang terhanyut biru

semerbak bunga menggairahkan desah-desah merayu
sepoi lembut mengibarkan rambutmu menerpa wajahku
cahaya wajah ayumu bangkitkan kembali asaku
mari kembali kita arungi telaga-telaga baru
dalam keheningan jiwa kita yang syahdu

Semerbak bunga menemani langkah kita
Tujuh rupa di tiap jenisnya
Kau pun petik setangkai untukku
Dan kau selipkan di rambutku.

Telaga itu biru, sayangku
Airnya lembut menyapa kita
Pantulan wajahmu di atasnya
Membias ke arahku.

Ahh ...
Andai keindahan ini dapat ku nikmati lebih lama lagi
Dengan kau disisiku
Kan kuraih rembulan untukmu
Kupersembahkan tiap lengkung sinarnya
Dan jiwa kita pun menyatu.