Pages

Monday, October 11, 2004

PERI KECILKU...

Rambut panjang hitamnya tergerai,
tersapu angin yang mengagumi kecantikannya.
Lalu senja pun berdendang,mengalunkan rayu dan pujian biru
Bahkan malam hitam pun tak mampu menelan binar matanya.
Bibir tipis itu tersenyum.
membuat segala bunga diatas bumi mekar
harumnya semerbak memenuhi alam
Dan sapaan lembutnya,
meluruhkan segenap embun untuk jatuh ke bumi.
menyiangi kehidupan untuk tumbuh dan berkembang.

Dan..
Dia mengangkasa bersama mega
Langit pun terbentang,merangkulnya dalam dekapan hangat
"Selamat datang, peri kecilku! Aku telah menunggu begitu lama"
Tidak akan melepaskannya lagi
untuk jatuh ke kerak bumi.

Dia, jelita.
Tidak akan kubiarkan setitik duri mawar pun menyakitinya.

No comments: