Diary Cinta Untuk Sephiamencair sunyi di dadaku
mengalir dalam kapiler-kapiler kenangan
di setiap kelokan namamu membatu
dan setiap kali kudengar gemericik sunyi yang mengalir
dadaku mendesir
suatu kali kita sama-sama tenggelam
ketika sunyi menggenang di persimpangan
mengapungkan puing-puing kenangan
dari duka yang kita ungkapkan
setelah tak ada lagi yang dapat kau tuliskan
pada malam kau memesan bayang
tetapi purnama selalu kau lewatkan ...
No comments:
Post a Comment