Pages

Tuesday, January 22, 2008

Saat malam meniti saraf-saraf terjaga dengan setengah mata terbuka karena insomnia.
Harus apa lagi, cinta ?
Apakah harus ku kulum neraka hanya untuk menemukan rindu yang berjelaga ?
Sedang separuh nyawa ku menjelajah semesta tak bernama yang mencuri sebagian detik dengan tawa.

Ketika matahari menelan malam sambil membisikkan janji pada pagi yang keruh,
ke mana lagi 'ku kan berlabuh?
Apakah harus ku telan seisi samudera 'tuk membiarkan perahu kecil ini membuang sauh ?
sedangkan berjuta amuk jiwa menjadi belati yang menyayat sendi-sendi tubuh

Setelah kau potong jarak lewat langkah seribu tahun
Kirimkanlah pertanda pada gerimis yang memenuhi ujung daun ...

No comments: