Pages

Thursday, June 15, 2006


Le Prairie Dan Pedang Perak

Aku menganggap Le Prairie sebagai makammu
Walaupun akhirnya Angelina Shivlatava membawamu ke Bulan
Membawa jasad bidadarimu, kukira
Namun tidak jiwamu.

Pedang perak yang kutancapkan sebagai nisanmu
Dahulu berlumurkan darahmu membiru
Menusuk dadamu, menghancurkan jantungmu
Menghentikan kehidupanmu
Sebagaimana kamu hentikan kehidupanku

Saling membunuh dan menyakiti
Bukankah itu hal terindah di muka bumi ?
Perih adalah buah bulir-bulir Cinta
Sampai akhirnya aku yang memetiknya

Karena kecantikanmu, kemolekan gerak tubuhmu,
Keindahan lekuk jerit suaramu,
Kerling benci matamu,
Desau amarahmu,
Keabadianmu ...

Tiada dapat menahan segala gumaman gulana
Yang dikandung Sang Pemenggal Iblis Gainsborough
Terlalu sakit dan berat untuk makhluk lemah sepertimu
Maka matilah kamu, Pemilik Purnama

Sekarang,
Aku cabut kembali Pedang Legenda Gardner
Nisanmu.

Mencari Bunga Putih Awal Kehidupan
Lebih penting dari sekedar menikmati kenangan
Walaupun keduanya sama-sama mustahil.
Sukar diraih.
Yang satu, tak mungkin teraih kembali.



No comments: