Pages

Thursday, August 8, 2024

Pengakuan

Februari yang lalu, tepat di hari ulang tahun ku, 
hatiku tertaut padamu.
Dan yang paling membingungkan lagi, 
bahkan nalar ku pun tak mampu menjelaskan
mengapa aku jatuh hati kepadamu.

Aku sempat berfikir 
bahwa dirimu adalah sebuah fenomena ketidakmungkinan semata
namun ternyata aku salah ...
Ketidakmungkinan ini terus tumbuh,
akarnya menjalar mencengkeram kehidupan ku
dan ranting nya menusuk tajam ke hati dan pikiran ku.

Ratusan malam berlalu ...

Senyum manis mu terus mengisi mimpi-mimpi ku.
Binar bening matamu selalu mampu menyeretku ke pusaran pesona mu
Senandung lagu-lagu yang kau nyanyikan selalu menggema di telinga ku.
Gemasnya tawa mu selalu mampu membuatku tersenyum.

Tetes airmata mu nyaris selalu mampu 
membuatku bergerak untuk memeluk dan membunuh lara mu.
Dan kala dirimu hadir tanpa tabir cantikmu,
jiwaku tertegun begitu dalam, dan wahai tautan hati
di momen itulah diriku terpesona dengan kecantikan mu yang sesungguh nya.

Dan tepat di hari itu separuh hatiku 
tersandera oleh pesona mu yang selalu mampu memabukkan logika ku.

Aku mulai gusar, karena merindukan mu.
Aku mulai kepo, tentang segala akan dirimu.
Aku ingin selalu menjadi sandaran mu, bantal guling mu,
Aku bahkan ingin menjadi sansak pelampiasan segala kekesalan mu.

Aku ingin selalu mendengarkan mu
tak hanya segala keluh-kesah mu
tapi juga pahit-getir, bahkan sumpah-serapah mu.

Simpanlah semua rahasia tergelapmu di sudut hatiku,
sehingga tak perlu lagi kau tanggung beban itu.
Aku ingin selalu mampu hadir dimana pun dirimu berada,
Entah jam berapa pun saat itu dirimu menginginkan nya.
Karena aku mengerti sepenuhnya apa arti kesendirian.

No comments: