Pages

Friday, June 28, 2002


Di antara menara-menara keputusasaan
Aku merengkuh sisa-sisa perih nelangsa
Citaku, sayang, kemana citaku pergi ?
Melalang buana dengan keping-keping sayapnya ?
Sementara aku tertinggal dalam pusaran
Hanya mampu menggapai tiada sampai
Apa daya, semuanya berlalu begitu saja

Dinda…
Kamu begitu indah. Begitu sempurna
Hingga nafasku tertahan di dada
Begitu harum tubuhmu melingkari mimpiku
Menciptakan hamparan bintang di langitku
Hanya dengan sedikit kerling sudut matamu berlianmu

Kubah sukma yang menderita retak rejan
Menghantam sedikit diri terlena buaian
Serpihannya menutupi palung kalbu merah
Sampai rembulan duka tiada menjamah
Kelam pun tercipta.
Sunyi pun membisikkan kata-kata suci.
Kukira, aku hanya berangan saja.
Setinggi semampai menyentuh nirwana.
Dan tiada kembali lagi.
Hingga saatnya tiba ...


No comments: