Pages

Sunday, June 30, 2002

K E K A S I H K U ...

kekasihku,...
masih ingatkah kabut yang menghentikan langkah kita ?
saat kau terpeleset dan hampir lepas genggaman tanganmu
dan gravitasiku menarikmu kembali tanpa ragu

kekasihku,...
kabut itu telah berlalu, hanya kabut putih yang membawa beku
yang membekukan bibirmu saat begitu dekat kita menyatu
tanpa kata, tanpa desah nafas kita, hanya mata mewakili semuanya,
semua yang pernah ada diantara kita ...
semua yang pernah tergambar didinding-dinding haluan kita

kekasihku,...
masih ingatkah saat kita sama-sama dihanyutkan deras sungai belakang rumahmu ?
saat itupun genggaman tanganmu hampir terlepas, hampir saja aku kehilanganmu,
tapi kembali sungai ini masih mengasihi kita,
bukan kita,.. tapi cinta kita

kekasihku,...
masih ingatkah tentang bulan ketujuh yang kau isi dengan malam bahagiamu ?
tentu kamu masih ingat, tapi aku sama sekali tak ingat malam itu
karena malam itu aku sedang menunggu kereta senja yang akan membawaku jauh darimu.
dan kau,... menikmati malam tanpaku
dan aku,... hanya sendiri menapaki jejak-jejak langkah kita
tanpamu,...

kekasihku,...
bukan,... bukan kekasihku lagi,...
tapi pemberi luka hati.

No comments: