PRASASTIMU ...
semerbak bunga-bunga tiada hilang
saat alas kaki masih basah
dengung bergumam mengiang
aku hanya tertunduk tanpa tulang
betapa prasasti yang menancap ditanah merah
masih tergambar nyata dalam setiap jengkal tanah terpijak
betapa alur alir air mata masih membekas kering
ingin rasanya menyatu dalam nafasmu
dalam ruang waktu yang tak tertentu
hanya doa tersembur tiap gerak sujudku
semoga ada yang abadi diantara semerbak kamboja
kau pernah lepaskan sendi-sendi tulangku
dan karenamu pula sendi-sendi ini kembali menyatu
damailah,...
beribu lembar tentangmu terukir dikalbu
menjadi bait-bait membatu
yang kupahat dengan mata pisau hatimu
No comments:
Post a Comment