R I N D U
Jika rinduku seperti setetes pewarna
Maka aku akan lukis mentari di malam hari
Biarkan cahayanya mengikis suram yang tercipta
Sampai hatiku penuh dengan nur dan dian
Tidak segelap dulu lagi
Aku akan menciptakan rembulan di siang hari
Agar tatapan lembutnya membelai setiap sudut hati
Setiap relung sukma yang penuh dengan perih
Setiap lekuk sanubari yang haus akan kasih
Bukan sara, bukan nelangsa, bukan gulana
Sebuah padang rumput akan tergambar
Di dataran rasa yang hijau luas terhampar
Dulunya begitu kering kerontang
Tak tersentuh oleh air romansa
Tak terhembus oleh sepoi ruhsana
Terlalu sering dijamah dan disiksa kemarau lara
Terlalu lama terhimpit oleh kehampaan
Aku begitu rindu, dan semakin rindu
Sampai akhirnya aku bertanya selalu
Sampai kapan rindu itu berlalu ?
Jika rinduku bagaikan selembar benang
Saat ini aku sudah merajut selimut
Untuk menghangatkan relung tubuhnya
Menjaga dari gigitan sunyi malam
Bekukan sisa rona di wajah hatinya
Dan memecahkannya seperti kristal kelam
Jika rinduku bagai satu undakan tangga
Saat ini tanggaku sudah mencapai angkasa
Bertamu ke tempat putri malam mempesona
Di mana aku bisa memetik satu-dua kejora
Yang begitu indah bagai matanya bercahaya
‘kan kusimpan untuk menerangi hari berikutnya
Di mana semua kembali seperti semula
Dan tak ada yang bernama perpisahan
Tak ada… hanya ada rindu yang meronta
Terus berpendar hingga akhir cobaan
No comments:
Post a Comment