CINTAKU
cintaku sederhana,
tanpa pernah mengenal lelah,
seperti matahari yang selalu memberi,
hangat sinarnya setiap hari tanpa meminta.
duka itu dulu begitu dalam,
seakan mejadi bayang diri,
menjadi nafas yang selalu besertaku.
Sampai hari itu tiba,
menyerahkan cinta itu sepenuhnya,
menjadi lebur dengan cinta itu sendiri.
hingga kenangan dan masa lalu menjadi cermin,
tersenyum ketika perasaan itu tiba2 menyergapku,
dulu melelehkan beningnya air mata,
kini membangun diri untuk memberi.
seperti mawar di taman bunga,
menebarkan harum dan indah warnanya,
tanpa pernah memaksa orang untuk menikmatinya.
semakin lama semakin terhanyut
tenggelam dalam perasaan tak terkatakan
hingga terlihat dasar dari segala dasar
satu buah cinta yang orang lain tak bisa rasakan
No comments:
Post a Comment