Pages

Sunday, April 6, 2008


NAMAMU ...


Kala itu aku kalap
ku bagi diriku jadi berjuta nyawa
Agar dapat ku nikmati setiap musim
bermain pada semua warna bumi
berbagi dan berputar
sebelum ku kafani satu persatu
mengusung hati bernanah itu dengan dinginku
aku belum ingin berhenti.

Lalu waktu menyapaku ...
menawarkan insan segemerlap permata
'ku rangkai kata pujian
rayuku mental oleh semerbaknya
bangkitkan aku.
aku tak mau terus mati.

Lalu,
'ku wudhui jiwa dan tubuhku.
mengatakan pada tetanaman liar
untuk berhenti menjalari aku.
karena aku tak lagi jalang.

Mentari keemasan kala itu
tapi kemilaunya ada padamu
dan aku ...
tak lagi berputar
tak ingin bermain lagi

aku bangkit ...
berjalan dengan separuh jiwa yang sekarat
namun aku telah berhenti.
pada satu titik.
namamu ...


No comments: