Oh, jiwaku yang kering rindukan kasihmu
Berikan daku setetes air mata dari mata indahmu tuk bebaskan perihku
Kasihi aku, duhai peri ruhsana ...
Dan dengan tongkat bertabur berlian di jemarimu
yang kau ayunkan dihadapanku
Jiwaku berputar
Sukmaku melayang
Dan kalbuku kembali terisi sesak
seiring memudarnya bintang-bintang
Perihku telah lepas
Dukaku telah musnah
Dan senyummu mendamaikan hatiku
Duhai peri ruhsana
Andai kau tetap disini
Menemani sunyinya detak jantungku
yang kau degupkan kembali
No comments:
Post a Comment