Aku pernah mati muda.
Ketika itu, rembulan remuk diatas kepalaku.
Serpihannya menusuk inderaku.
Kemudian aku mati rasa. Hatiku pun membeku.
Aku pernah terbakar oleh benciku.
Ketika itu matahari menjelma berkembar-kembar
dan menghanguskanku.
Sehingga apapun yang mendekatiku akan hangus.
Aku adalah neraka.
Aku pernah sungguh-sungguh hidup.
Ketika itu, seseorang yang menamakan dirinya kasih datang kepadaku.
Setelah itu segalanya benderang.
Sebelum kemelut sedarahmu datang kepadaku,
Aku bahagia.
Lalu segalanya berubah.
Aku tenggelam dalam lautan duka,
Ketika aku sadar, aku sendirian.
Dan saat ini lukaku berkarat,
Menusuk hatiku kapan saja.
No comments:
Post a Comment