Pages

Sunday, September 17, 2006

Ketika kamu menghancurkan aku,
kamu melukai hatiku.
Aku bangkit dan terus bangkit,
walau bertubi-tubi kamu menghancurkan aku.

Ketika kamu meninggalkan aku,
kamu mati dalam hidupku.
Aku menamakanmu masa lalu,
dan kenanganmu hanyalah sebuah kenangan.

Ketika kamu membuat air mataku berlinang,
kamu menenggelamkan aku dalam kesedihan yang panjang.
Namun nuraniku tetaplah nurani,
dan aku akan selalu bahkan semakin bersinar.

Sebab ketika kamu menghancurkan aku,
aku memaafkanmu.
Dan ku anggap ini adalah
pembalasan dendam yang paling sempurna.


No comments: