tidak ada rindu yang indah
ia indah dengan siksa didalamnya
ia sakiti jiwa dan raga kita
dengan pesona dan keindahannya
hingga kita mengakui keberadaannya
dengan rasa sakit yang tak berhingga
lalu muncullah persaan cinta
suatu tranformasi bentuk yang sempurna
mengalahkan rasa sakit yang dirasa
hingga jiwa berkata sakiti aku selamanya
agar aku dapat merasakan cinta
dan tak mudah merelakannya
No comments:
Post a Comment