Pages

Sunday, September 17, 2006

seharusnya dirimu berhak tahu
bahwa malam tadi bayangmu masih saja mengikutiku
laksana tiang kehidupan dibalik lampu-lampu bergerak
padahal telah kuenyahkan rinduku sesaat kau pergi
bahkan hangatmu belum lagi hilang mendegup jantungku
bergetar sekencang lari sembrani kala malam menyergap
dalam ketakberdayaan atas takdir yang harus aku jalani
hingga kudapati kembali diriku terdampar pada kesunyian

entah kapan dapat kuraih hatimu yang suci
di puncak keindahan cinta
hingga manakala waktunya telah tiba
bagi bumi untuk memeluk langit
maka seharusnya tak ada lagi hati merindu
tuk menggapai segala angan
karena telah bersatu pada rasa atas nama cinta
tapi akankah hatimu benar-benar menjadi milikku ?
ah, biarlah takdir saja yang kelak berbicara ...


No comments: