aku adalah mata air tanpa aliran
ada ditengah lereng gunung keputusasaan
memandang rumput-rumput-rumput menguning
menatap pohon-pohon meranggas
daun-daun meregang nyawa
maafkan aku
bila aku tak mampu beri kehidupan padamu
bila bisa,
biar ku kuras air mataku
biar ku alirkan darahku
untuk kehidupanmu
biar aku saja yang hilang dari pandangan pendaki
yang mengagumi hijau sejuk lereng tak berapi
hiduplah dari airmata dan darahku
biar aku saja yang mati, jangan engkau ...
No comments:
Post a Comment