duka yang menutup kedok suka
mengalirkan air mata dalam gelak tawa
dalamkan duka hingga keujung rongga
hingga nanti suka itu bertambah jatahnya
denting dawai-dawai gitar mengiris membelah hatiku
merdu mendayu-dayu rontokkan saraf-sarafku
kapiler-kapiler darah tersumbat tak membantah
irisan dawai-dawai yang kupetik sendiri
kenapa aku bersedih
sementara sedih itulah yang memberiku kesenangan
kenapa aku menangis
sementara tangis itu yang memberiku kebahagiaan
mana yang lebih menghujam ?
kesedihankah ?
atau kebahagiaankah ?
yang kutahu aku berada ditengahnya, berjalan
saat aku berpelukan kesenangan ada dihatiku
sementara kesedihan menunggu ditempat tidurku
kesenangan dan kesedihan yang selalu timbul tenggelam
seperti pulau kecil ditengah lautan
saat pasang tenggelam
saat surut menjulang
No comments:
Post a Comment