Pages

Monday, May 5, 2008

engkau hadir saat cinta tertimpa kemarau
engkau teteskan butir-butir melepas kering ladang cinta
engkau hadir saat musim perpisahan berlalu
dan aku terjebak di gunung salju musim kepedihan
aku menggigil tanpa pelapis kulit
sel-sel kulit mengernyit menjerit kemudian melepaskan diri dari induknya, mereka mati oleh musim

engkau nyanyikan lagu bijak dan kesadaran
merdunya menggema direlung sukma
menghanyutkan kepiluan yang melanda
kemudian kau menari tarian pembesar jiwa
menarik tanganku ikuti iramanya
jiwaku meliuk tersenyum tanpa paksa

engkau semai kembali tunas-tunas asa di ladang jiwa
dengan pupuk perhatian kelembutan
engkau sirami dengan air dari mata air kasih sayang
dan engkau bangunkan lumbung rindu disudut kalbu
dari dahan yang kau bubut dengan rasa syahdu

musim panen rindu telah tiba
dan engkau buka lumbung-lumbung rindu
kemudian kita nikmati bulir-bulirnya
diujung pelangi bersama bidadari saksi keabadian
dan engkaupun kembali bersama mereka
melewati tangga-tangga pelangi tinggalkan jiwa sepi
terjebak angan.


No comments: