Suratku
Lama aku tak berbicara padamu
Berbicara dengan lidah tak bergerak
Pada malam-malam tak berangin
Tapi siangpun tak apalah
Lama aku tak menyambut hadirmu
Pada pesta sorak sorai semesta
Di tengah padang perburuan
Di ruang kosong sendirian
Apa kabar kamu dan singgasanamu
Kurindu angin semilir pohon-pohon
Matahari yang ramah memeluk
Sungaimu mengalir susu
Tahukah bila aku di sini meradang
Speciesku bermutasi perlahan
Gen logam meracuni ikatan protein
Menjadikan kami mahluk berotak chip
Tahukah bila di sini siklus menghilang
Mata rantai mati diterjang iklan
Ambisi bertumpuk tumpuk meninggi
Sekotak otak kosong yang rapuh
Lama aku tak bersurat padamu
Karena lembar daun tlah habis
Penaku telah membatu dan
Terlalu jenuh program dijejalkan
Semoga engkau bisa mengerti
Tanahku berubah pasir hisap
Mata air mengalir nanah
Bila aku siap meregang
Salamku pada halilintarmu
Karena lama aku tak mendengarnya
Dan bila aku mulai membusuk
Maukah kau kirim cahaya putihmu
Sekarang aku ingin tidur
Semoga merpatiku sampai di tanganmu ...
No comments:
Post a Comment