sesaat aku tertegun dipersimpangan
dimana aku harus berjalan dan meninggalkan jejak ?
sesaat yang penuh dengan pertentangan
sesaat yang penuh dengan ketidakpuasan
aku menoleh kebelakang
dimana kulihat jalan seperti peta
terlalu banyak, bersambung-sambung, berwarna beda,
dan aku harus membandingkan gambar dengan nyata
sesaat aku memanggil saraf-saraf otakku
untuk menggambarkan kejadian masa lalu
hening,...
dan kubiarkan ahli-ahli otakku menyingkap keheningan masa lalu
tapi tak satupun mampu menemukan jejakku
jejak-jejak kaki yang telah mengering termakan waktu
ah,.. begitu rakus sang waktu hingga dia merampas masa laluku
yang tersisa hanyalah kedunguan tentang jalanku
dalam sesaat,...
aku temukan jeruji-jeruji yang pernah mengekangku
dalam penjara yang penuh aliran darah dan rongga-rongga basah
terpaksa harus kupotong pipa-pipa darah dengan sebilah akal biar aku tenggelam oleh darah
dan keluar dari liang penjara bawah tanah yang penuh dengan aroma kemaksiatan
sesaat tersadar,...
kakiku telah memilih tanah untuk dipijaknya
tumitku memijit bumi untuk tinggalkan jejaknya
dan mataku memancarkan cahaya spiral untuk memotret masa depan
No comments:
Post a Comment