HUJAN
kita berlari bercanda dengan hujan
tawa meledak kala tanah menjebak
tangan terulur kugenggam erat
kembali berlari berlomba dengan hujan, tanpa kemenangan
wajah-wajah tanah jahil menggoda
berganti mengulurkan tangan
semakin erat genggaman setiapnya
bulir-bulir hujan meresap dingin
hingga kita nyalakan tungku perapian dilorong sukma
tetaplah dingin, tubuh masih diselimuti basah
hingga tubuh merapat tanpa kata, hanya kata mata
rumahmu tak jauh lagi dibalik bukit
namun kau habiskan waktu lebih buat hujan, karna
hanya hujan yang membuat kita sama-sama basah
dalam hujanlah kita bisa saling berbagi
dalam hujanlah kita tahu keberadaan, dan
dalam hujanlah kita mengerti
bahwa tiada dari kita bisa sendiri
No comments:
Post a Comment