Wajahmu membayang dilayar panggung sandiwara
Yang baru saja engkau tutup dengan hembusan nafasmu
Tersenyum dengan kerelaan membumbung bersanding rembulan
Matamu perlahan membening menatap lekat
Kubiarkan sorot mata bagai cahaya menelusup masuk kerelung hati
Menulis bait-bati sajak keabadian cinta didinding hati
Keikhlasan menggenggam erat tangan hati
Membiarkan bayang wajahmu membuyar menjadi cahaya
Mataku bicara dengan airmatanya melepas bagian jiwa
Bulir-bulir airmata mengkristal menjadi harapan dalam genggaman
Menyimpannya dalam kotak rahasia hati
Mengejawantahkan dalam cita jiwa mengemban amanat nurani
Engkau mengabadi dalam dinding hati menjadi prasasti cinta
Indah terpahat dari kuku-kuku jemari lentik bidadari
Tertulis keindahan yang tlah terjelang dan asa tersimpan
Menjadi kenangan dalam pelukan sukma bersama waktu
Engkau selalu ada dan kan hadir dalam wujud berbeda
Dalam wujud cahaya dihatiku mengemban amanat jiwamu
No comments:
Post a Comment