Aku berjalan di taman hati seorang dara jelita
mengirup sejuk udara dan mencium wangi-wangi bunga
betapa kemurnian masih tertanam ditengah pancuran yang tak berhenti memancarkan air keremajaan yang menari-nari riang
bening laksana aliran sungai disurga firdaus
Tak henti kusemburkan puji pada Yang Maha Indah
yang telah meneteskan Keindahan pada taman hati seorang dara jelita
Kumbang-kumbang jantan terbang menyambangi kuncup-kuncup yang hampir mekar
hinggap ditangkainya dan memandangi penuh kekaguman
kemudian terbang dan menyebarkan kabar pada dunia muda
tentang sebuah taman yang penuh dengan kuncup-kuncup bunga nirwana
Aku tersenyum mengartikan kepakan-kepakan sayapnya
mendengarkan dengung lagu Cinta pada bunga
Ku baringkan tubuhku dihijau rumputnya
yang lembut bak selimut raja
membelai kulitku menebah lelahku
kemurnian ini memikatku
Andai musim tak berganti
kemurnian ini pastilah abadi
Wahai dara jelita
jagalah madu bungamu dari kumbang-kumbang pengganggu
yang hanya mau mengisap madumu dan membiarkan kelopakmu rontok ditelan debu musim panas
Tangkaplah kumbang perindu dengan kelopakmu
hingga saat musim berganti
akan membawamu bersamanya
No comments:
Post a Comment