Aku terpenjara rindu yang menggebu
pada seorang dara yang tinggal dilereng gunung kanvas
yang kuwarnai dengan tangan hatiku disuatu senja menghadap cakrawala
warna yang kupilih saat fajar mengintip dunia
warna yang kutitipi nyawa jiwaku
Kutatap lembut wajahnya yang ayu
dia tersenyum sambil berjalan dipematang sawahku
berkebaya batik berbaju ungu
rambutnya panjang terurai melambai ditiup angin senja
semakin kupandang semakin ku menerawang
Andai kutinggal dilereng gunung itu
mungkin dah kusunting tuk jadi permaisuriku
anganku pun kembali kekamarku
yang di dindingnya ku pajang gambarmu
No comments:
Post a Comment