Engkau menjadi pagi
bangunkan aku dari ketidaksadaran
menggugah hatiku mengingat tikar sembahyang
melukis harapan dikanvas fajar
menyanyikan lagu riang lewat kicau burung-burung
menyejukkan hatiku dengan suara gemericik air pancoran
kau sederhanakan langkahku dengan senyummu
Engkau menjadi siang
menerangi jalanku tunjukkan arah langkahku
menggambarkan padaku dunia baru
tentang dialog jiwa-jiwa penghuni hari
tentang perbedaan yang warnai hari
tentang terik yang kadang menyengat kulitku
tetang kata-kata yang kadang menyakiti hatiku
kau tuang makna dalam cawan kehidupanku
Engkau menjadi senja
menunjukkan padaku arah pulang
melukis harapan esok diatas kanvas lembayung
memberikan keindahan saat cakrawala memeluk mesra mentari
mengingatkan padaku tentang awal dan akhir saat mentari kembali keperaduan
memberikan aku arti tentang perjalanan hari
Engkau menjadi malam
menutup pintu jiwaku dari kegaduhan
melepaskan pakaian lelahku kau tanggalkan dialmari jeda
membelaiku dalam pelukan lelap
memberikanku bunga dalam tidurku
engkau menjadi kata terakhir sebelum kelopak mataku bertemu
engkau menjadi hariku
No comments:
Post a Comment