PERJALANAN CINTA
waktu melemparkanku jauh ke masa lalu
saat aku terduduk diatas kereta diatas jalan bertulis puisi perjalanan
aku tersadar saat terdengar suara memangil namaku dengan kelembutan
tak ada apapun saat mata terbuka
aku hanya menemukan sebuah pelataran batu bertulis syairku 6 tahun yang lalu
syair tentang kerelaan penyerahan cinta dengan segenap jiwa
kemudian aku kembali memejamkan mata
saat mata kembali terbuka kudapati hamparan menghijau yang telah menguning mengering
dan kutemukan sehelai kain putih bertuliskan syairku
syair tentang menyatunya tubuhku dan tubuhmu
aku menatap kosong dan terngiang desah tawamu
berjuta kata kukumpulkan tanpa atur
kumasukkan dalam jambangan dan kuseduh dengan airmataku
kuaduk dengan anak panah cintamu yang kau tancapkan ditanah merah bekas langkah kita
kuaduk tanpa lelah dan kucetak menjadi kerupuk-kerupuk kepiluan
kerupuk kepiluan yang tak pernah laku kujual
mengering disaat kemarau dan kembali basah saat penghujan
kerupuk kepiluan yang selalu basah pada akhirnya
tersiram hujan airmata yang tak ada hentinya
kenangan itu mengkambuhkan luka didada
dan disebuah palung cinta
kubenamkan jiwa mengembara dalam lautan cinta
berharap temukan dewi cinta didasar samudra
biar dia mengikatku dengan rumput laut cintanya
biar dia membuaiku dengan birunya
biar aku tak kembali lagi pada masa lalu pengkambuh luka
No comments:
Post a Comment