Ketika Gelap menaungi malam
kusapa jendela kamar yang merindukan sentuhan tangan
matanya terbuka memancarkan kesepian
sisi-sisi wajahnya merona memantulkan cahya purnama
tubuhnya kugenggam dengan rasa memiliki
Ketika Rembulan malam menyapa keheningan
kebisuan mendekapku erat, erat
mata membiaskan pesona keindahan kedalam hati
hati yang terlentang ditengah padang rumput tanpa belukar
hanya kehijauan yang mulai menunduk
membisikkan ketakutan pada kemarau
Ketika binatang malam menyanyikan hymne keterasingan
jiwaku hanyut dan berdansa dengan kesepian
ranting dan daun melukis kegelapan bertinta cahaya purnama
menjadi background panggung teater ketepian
penari kesendirian indah meliuk-liuk bertelanjang dada
irama musik suara hati mengalun merambati tiang purnama
jiwaku menjadi penikmat alur cerita namun tubuhku menjadi penari kesendirian
Ketika sepoi angin malam mulai mengundang embun-embun
jiwaku melayang buyar dalam kegelapan mencari lumbung penyelesaian
Dan ketika pagi tiba kembali utuh memasuki tubuh
menggendong harapan menyatu dengan punggung berpegang erat pundak
Kututup kembali jendela malam, senyumku kemenangan ...
No comments:
Post a Comment